Tak cuma itu, tertulis pula di iklan tersebut, "Pesta pelacur!" Karuan saja, iklan itu mengandung protes banyak khalayak. "Iklan itu merendahkan perempuan," kata pemrotes. Tak cuma itu, pemrotes juga khawatir, reklame tersebut dibaca oleh anak-anak. Menurut mereka, iklan tersebut juga secara tak langsung makin memublikasikan penggunaan alat bantu seksual.
Namun, tampaknya pengelola kelab itu tak ambil pusing. Setidaknya, dari mereka, sebagaimana ditulis The Sun, Rabu (6/1/2010), belum ada langkah-langkah untuk mengutak-atik iklan yang sudah terpajang itu.
source : http://internasional.kompas.com



