Monday, November 19, 2012

Serangan Menewaskan Tiga Turis Wisatawan


Penyerang tak dikenal, Jumat (18/2/2011), melepas tembakan ke arah sebuah van pembawa para wisatawan dari Moskwa di Republik Kabardino-Balkaria, Kaukasus Utara, Rusia. Menurut juru bicara kepolian, Sabtu (19/2/2011), insiden itu menewaskan tiga orang. Juru bicara itu mengatakan, dua orang terluka, dan menambahkan bahwa orang-orang yang tewas berumur sekitar 27 sampai 38 tahun. Suatu penyelidikan kini sedang dilakukan, demikian penjelasan juru bicara tersebut.     Serangan teroris dan baku-tembak dengan polisi sering terjadi di republik Kaukasus Utara, Rusia,  yang bergolak itu. Beberapa hari sebelumnya, seorang perempuan Rusia yang diburu polisi karena merencanakan serangan besar di Moskwa meledakkan dirinya dalam serangan bom bunuh diri di Kaukasus Utara, kata beberapa pejabat, Selasa lalu. Tiga orang tewas dan 27 lain cedera dalam dua serangan bom di luar kantor polisi pada Senin malam di desa pegunungan Gubden di Dagestan yang dilanda kekerasan.      Penyelidik, Selasa, mengidentifikasi penyerang pertama sebagai Marina Khorosheva, seorang wanita yang berulang kali dikaitkan dengan rencana gagal untuk serangan bunuh diri besar-besaran oleh kelompok gerilya Muslim di Moskwa pada 31 Desember. "Menurut informasi awal, penelitian terhadap potongan tubuh menunjukkan bahwa salah satu pembom teroris diidentifikasi sebagai Marina Khorosheva," kata komite penyelidik dalam sebuah pernyataan.      Rencana pengeboman 31 Desember gagal ketika peyerang tanpa sengaja meledakkan bomnya di wisma tamunya di Moskwa. Namun, insiden itu disusul dengan pengeboman bunuh diri pada 24 Januari di Bandara Domodedovo yang menewaskan 36 orang.      Khorosheva dan suaminya, Vitaly Razdobudko, yang juga diburu oleh polisi, menarik perhatian besar pers. Pasalnya, mereka adalah warga Kristen Ortodoks Rusia yang beralih ke agama Islam dan menjadi bagian dari kelompok militan bawah tanah. [kompas.com]

Ditulis Oleh : blogger's // 1:32 AM
Kategori:

 
Powered by Blogger.