Friday, October 26, 2012

Pesawat Pengintai Tanpa Awak Paling Canggih di Dunia !


Global Hawk didesain untuk terbang pada ketinggian ekstrem, pengamatan dalam durasi panjang dan misi intelijen bagi AU. Dalam proses pengembangannya, ada tiga versi yang dibuat oleh NASA. Bulan ini NASA mulai menguji coba salah satunya untuk pertama kali dengan penerbangan di atas kawasan luas Pasifik, untuk mendemonstrasikan manfaat ilmiah dari pesawat tanpa awak tersebut. “Pesawat ini tak pernah digunakan oleh kelompok sipil dan tak pernah digunakan untuk penelitian ilmiah Bumi,” jelas David W. Fahey, fisikawan dari National Oceanic and Atmospheric Administration.

Video Pesawat 1 , Video Pesawat 2

Memiliki ciri khas badan gemuk, moncong hidung seperti paus, mesin berada di atas dan ekor bentuk V, Global Hawk memiliki diameter panjang 13,3 meter dan bentangan sayap 35 meter atau hampir sama panjangnya dengan sayap milik pesawat terbaru Boeing 737. Mampu membawa lebih dari 500 kg instrumen ilmiah, Global Hawk bisa beroperasi pada ketinggian 20 km dan tahan selama 30 jam saat terbang menempuh jarak lebih dari 20.000 km.

Dengan kemampuan ini, Global Hawk bisa mengambil contoh atmosfer di wilayah jauh seperti kawasan ekuator samudera, kemudian Arktik dan Antartika. “Melihat jarak tempuh dan durasinya, Anda bisa menjelajah tempat jauh dan secara efektif mengoperasikannya untuk mengambil contoh yang diinginkan,” ujar Fahey.

“Global Hawk adalah gabungan antara sebuah satelit dengan pesawat,” tandas Paul Newman, ilmuwan senior peneliti atmosfer NASA. Pesawat ini bisa terbang pada ketinggian stratosfer, lokasi yang sempurna untuk penelitian pengurangan ozon pada atmosfer.

A Top-secret US pesawat tak berawak yang digunakan untuk mencari tempat persembunyian Al Qaeda dan Taliban di Pakistan dan Afghanistan dapat segera berpatroli di kota-kota Inggris untuk mencari sel-sel teror yang tersembunyi. Langkah kontroversial akan memungkinkan MI5 dan GCHQ, pusat intelijen Pemerintah, peningkatan operasi pengawasan di Inggris. Sampai sekarang, pesawat Global Hawk seharga £ 23million belum tersedia untuk dijual asing.

Namun, kebijakan AS telah sedikit berubah dan Britania sekarang bernegosiasi untuk membeli pesawat tersebut. Amerika ingin memasok mereka untuk patroli Inggris setelah serangkaian plot teror yang mengancam AS dan warganya.

Ini termasuk upaya pada tahun 2006 untuk meledakkan bom cair pada pesawat terbang ke kota-kota Amerika dari Inggris. Tidak diketahui berapa banyak jumlah pesawat yang Inggris inginkan dari pabrik Northrop Grumman, tapi awal tahun ini seorang pejabat senior Departemen Pertahanan pengadaan mengunjungi Pentagon untuk memulai negosiasi.

Britania tidak perlu menggunakan drone di Afghanistan dan Pakistan karena AS sudah menyediakan cakupan penuh udara di wilayah ini. Pesawat tersebut juga sedang digunakan oleh Angkatan Laut AS di Karibia dan di lepas pantai Florida untuk memerangi penyelundupan narkoba. Di Britania, MI5 dan GCHQ sudah menggunakan tiga pesawat yang berbasis di RAF Northolt di North-West London untuk mata-mata pada warga.

Ketiga pesawat Britten-Norman Islander semua dilengkapi dengan peralatan pengawasan yang canggihMereka telah digunakan untuk melacak teror sel dan untuk menemukan mantan veteran Afghanistan yang mungkin telah kembali ke Britania untuk merencanakan serangan teror.

Pesawat ini mampu mengidentifikasi tersangka menggunakan ‘cetakan suara ‘ pemberontak dengan aksen Inggris yang dijemput oleh pesawat mata-mata pemantauan sinyal radio Taliban di Afghanistan. Namun, Global Hawk baru-baru ini menjadi pesawat pertama yang disertifikasi oleh American Otoritas Penerbangan Federal untuk digunakan dalam koridor udara sipil tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

Pesawat dapat tinggal di udara selama 30 jam tanpa pengisian bahan bakar. Tadi malam, sumber-sumber Kementerian Pertahanan mengatakan Global Hawk sedang menunggu untuk digunakan militer tetapi setiap keputusan untuk membeli pesawat akan tergantung pada pendanaan.

sumber : daily mail

Ditulis Oleh : blogger's // 5:08 AM
Kategori:

 
Powered by Blogger.